Menikmati Weekend Sendirian Di Yeh Labuh Waterfall
Sampai juga saya di salah satu air terjun tersembunyi di desa Selumbung Kaler, Karangasem. Nama air terjun itu adalah Air terjun yeh labuh atau istilah kerennya Yeh Labuh Waterfall.
Lokasi dari air terjun ini cukup tersembunyi dan terletak di pedalaman. Saya baru pertama kali mengunjungi tempat ini, sebelumnya saya juga sempat tersesat tiga kali di perjalanan. Pertama pas mencari desa Selumbung, kedua pas mencari jalan kesana dan terakhir pas mau kesana dan nyasar di hutan yang penuh dengan pohon bambu.
"Pulang saja, dari pada saya di sini dari tadi nggak nemu - nemu air terjunnya." kata saya dalam hati.
Untung saja ada seorang ibu yang berteriak dan bertanya kepada saya.
"Gus mau kemana?" tanya ibu tersebut dari belakang.
Mendengar kata ibu tersebut sayapun menjawabnya
"Mau ke Air Terjun Yeh Labuh bu."
"Kesini dek." Kata ibu tersebut.
Sayapun mendekati ibu tersebut yang berada beberapa meter dari saya, dan sayapun bertanya pada ibu tersebut,
"Gini bu, dari tadi saya nyari air terjunnya gk nemu - nemu, ibu tahu gk jalan menuju yeh labuh itu?"
"Lewat sini dek, terus kalau udah nemu jembatan, silakan lewat tangga, jalan terus beberapa meter nah disitu air terjun yeh labuh." papar ibu itu memberi petunjuk arah yang begitu detail.
"Terimakasi bu, saya berangkat dulu."
"Ya sama - sama." kata ibu tersebut sambil tersenyum kecil.
Berkat petunjuk jalan yang diberikan ibu tersebut, akhirnya saya sampai juga di tempat Yeh Labuh Waterfall. Air terjun bertingkat di desa selumbung.
Di perjalanan menuju Air Terjun Yeh labuh, ada sebuah jembatan yang terbuat dari beton yang begitu kokoh. Sebelum itu saya juga menemui dan sempat melihat sebuah pondok tempat beristirahat dekat jembatan tersebut. Di samping kanan jembatan terdapat tangga dan patok kayu yang memberitahukan tentang "Jagalah pohon, jangan buang sampah" kalau tidak salah. Disepanjang jalan, terdapat beberapa tanaman toga (tanaman obat keluarga) lengkap dengan keterangan namanya. Dan juga 2 jembatan yang sudah hampir rapuh yang terbuat dari bambu, disitu saya berhati - hati dan berjaga - jaga dengan cara berpegangan dengan akar pohon yang ada. Tujuannya agar saya tidak terpeleset dan jatuh.
Beberapa jam kemudian, sayapun berhasil memijakkan kaki di Air Terjun Yeh labuh. Disana pemandangannya lumayan bagus, lebih - lebih lagi dari atas batu besar.
Di internet katanya di sini ada dua nama air terjun yang jaraknya berdekatan yaitu Air Terjun Tibu Kresek dan Air Terjun Tibu Tengah. Di tempat air terjun pertama saya itu namanya Air Terjun Tibu Kresek. Pemandangannya cukup bagus, khususnya untuk derasan air yang jatuh dari tebing yang menjulang tinggi.
Setelah cukup melihat - lihat dan memfoto keindahan Air Terjun Tibu Keresek, sayapun melanjutkan perjalanan berikutnya menuju keatas tebing yang cukup tinggi. Untuk keatas saya menggunakan utasan tali besar yang berada pada tebing menuju Air Terjun Tibu Tengah. Caranya saya kesana dengan mendaki tebing tersebut. Setelah beberapa menit mendaki curamnya tebing tersebut, akhirnya sampai juga di tempat Air Terjun Tibu Tengah.
Disini lokasinya lebih indah dari lokasi pertama tadi. Rumput yang hijau, pepohonan yang rindang serta keindahan air yang terjun dari puncak tebing yang tinggi. Serta, dari atas sini saya dapat melihat pantai dan pohon kelapa yang begitu banyak.
Tidak hanya berdiam diri dan memfoto saja, saya juga menyempatkan diri untuk mandi sekejap, soalnya dari tadi pagi saya belum mandi, paling hanya cuci muka saja kesini.
Air disana lumayan sejuk dan dingin, udaranya pun bersih dan bebas polusi, serta kedalaman air yang tidak terlalu dalam untuk berenang. Tapi sayang kurang menantang bagi saya, soalnya kedalaman airnya tidak terlalu dalam.
Setelah selesai mandi sayapun mengeringkan badan dengan handuk yang berada di ransel yang saya bawa. Setelah itu mengganti pakaian dan berkemas.
Setelah itu saya lalu turun menuju air terjun tibu keresek lagi.
"Gue penasaran, apakah kedalaman airnya sama dengan kedalaman di Air Terjun Tibu Tengah." kata saya dalam hati.
Karena rasa penasaran itu, sayapun melepas pakaian dan langsung terjun dari atas batu besar.
Buarrrrr!! Haduh ternyata disini sangat dalam sehingga sayapun tenggelam, sontak saya merasa sangat kaget dan berenang menuju kepermukaan. Saya kira kedalamannya sama dengan kedalaman air terjun tibu tengah. Untung saya bisa berenang, kalau tidak, bisa - bisa saya tenggelam dan mati sia - sia di air terjun sana.
Disitu saya belajar, bahwa sesuatu yang kelihatannya tidak dalam belum tentu tidak dalam. Sungguh pengalaman yang menegangkan.
"Pulang saja, dari pada saya di sini dari tadi nggak nemu - nemu air terjunnya." kata saya dalam hati.
Untung saja ada seorang ibu yang berteriak dan bertanya kepada saya.
"Gus mau kemana?" tanya ibu tersebut dari belakang.
Mendengar kata ibu tersebut sayapun menjawabnya
"Mau ke Air Terjun Yeh Labuh bu."
"Kesini dek." Kata ibu tersebut.
Sayapun mendekati ibu tersebut yang berada beberapa meter dari saya, dan sayapun bertanya pada ibu tersebut,
"Gini bu, dari tadi saya nyari air terjunnya gk nemu - nemu, ibu tahu gk jalan menuju yeh labuh itu?"
"Lewat sini dek, terus kalau udah nemu jembatan, silakan lewat tangga, jalan terus beberapa meter nah disitu air terjun yeh labuh." papar ibu itu memberi petunjuk arah yang begitu detail.
"Terimakasi bu, saya berangkat dulu."
"Ya sama - sama." kata ibu tersebut sambil tersenyum kecil.
Berkat petunjuk jalan yang diberikan ibu tersebut, akhirnya saya sampai juga di tempat Yeh Labuh Waterfall. Air terjun bertingkat di desa selumbung.
Di perjalanan menuju Air Terjun Yeh labuh, ada sebuah jembatan yang terbuat dari beton yang begitu kokoh. Sebelum itu saya juga menemui dan sempat melihat sebuah pondok tempat beristirahat dekat jembatan tersebut. Di samping kanan jembatan terdapat tangga dan patok kayu yang memberitahukan tentang "Jagalah pohon, jangan buang sampah" kalau tidak salah. Disepanjang jalan, terdapat beberapa tanaman toga (tanaman obat keluarga) lengkap dengan keterangan namanya. Dan juga 2 jembatan yang sudah hampir rapuh yang terbuat dari bambu, disitu saya berhati - hati dan berjaga - jaga dengan cara berpegangan dengan akar pohon yang ada. Tujuannya agar saya tidak terpeleset dan jatuh.
Beberapa jam kemudian, sayapun berhasil memijakkan kaki di Air Terjun Yeh labuh. Disana pemandangannya lumayan bagus, lebih - lebih lagi dari atas batu besar.
Di internet katanya di sini ada dua nama air terjun yang jaraknya berdekatan yaitu Air Terjun Tibu Kresek dan Air Terjun Tibu Tengah. Di tempat air terjun pertama saya itu namanya Air Terjun Tibu Kresek. Pemandangannya cukup bagus, khususnya untuk derasan air yang jatuh dari tebing yang menjulang tinggi.
Disini lokasinya lebih indah dari lokasi pertama tadi. Rumput yang hijau, pepohonan yang rindang serta keindahan air yang terjun dari puncak tebing yang tinggi. Serta, dari atas sini saya dapat melihat pantai dan pohon kelapa yang begitu banyak.
Air disana lumayan sejuk dan dingin, udaranya pun bersih dan bebas polusi, serta kedalaman air yang tidak terlalu dalam untuk berenang. Tapi sayang kurang menantang bagi saya, soalnya kedalaman airnya tidak terlalu dalam.
Setelah selesai mandi sayapun mengeringkan badan dengan handuk yang berada di ransel yang saya bawa. Setelah itu mengganti pakaian dan berkemas.
Setelah itu saya lalu turun menuju air terjun tibu keresek lagi.
"Gue penasaran, apakah kedalaman airnya sama dengan kedalaman di Air Terjun Tibu Tengah." kata saya dalam hati.
Karena rasa penasaran itu, sayapun melepas pakaian dan langsung terjun dari atas batu besar.
Buarrrrr!! Haduh ternyata disini sangat dalam sehingga sayapun tenggelam, sontak saya merasa sangat kaget dan berenang menuju kepermukaan. Saya kira kedalamannya sama dengan kedalaman air terjun tibu tengah. Untung saya bisa berenang, kalau tidak, bisa - bisa saya tenggelam dan mati sia - sia di air terjun sana.
Disitu saya belajar, bahwa sesuatu yang kelihatannya tidak dalam belum tentu tidak dalam. Sungguh pengalaman yang menegangkan.
0 Response to "Menikmati Weekend Sendirian Di Yeh Labuh Waterfall"
Posting Komentar